

JAKARTA, Media Info Pesisir – Suasana penuh kebersamaan terasa di Padepokan Maung Bodas Kalibaru saat para santriwan dan santriwati PS TTKDH Maung Bodas berkumpul untuk berbuka puasa bersama (bukber) dan berbagi takjil. Kegiatan tahunan ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial yang selalu digaungkan oleh Abah Ai Sumanta, Ketua Padepokan Maung Bodas.
Di tengah kesibukan mempersiapkan buka puasa, Abah Ai Sumanta menyampaikan pesan mendalam kepada para santri. Menurutnya, padepokan bukan hanya tempat belajar silat, tetapi juga wadah untuk membentuk karakter dan moral yang kuat.
“Belajar bela diri bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga bagaimana mengendalikan hawa nafsu dan emosi. Ketika kita bisa menguasai diri, maka akan tumbuh rasa welas asih dalam hati kita,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Abah Ai juga mengingatkan para santrinya untuk tetap rendah hati dan menjauhi sifat sombong. Ia berharap kegiatan berbagi takjil ini dapat terus berlangsung dan semakin meluas, bukan hanya untuk para santri, tetapi juga bagi masyarakat sekitar.
Abah Ai Sumanta pun mengajak berbagai pihak, termasuk para pejabat dan pemerhati budaya, untuk mendukung upaya pelestarian pencak silat sebagai bagian dari warisan bangsa.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, Padepokan Maung Bodas terus membuktikan bahwa pencak silat bukan hanya tentang bela diri, tetapi juga tentang membangun jiwa yang penuh kasih dan tanggung jawab sosial.
(IP)